Metode menghafal Al Qur’an yang mudah dan bisa diamalkan tidak harus nyantri di pesantren sambil melakukan aktifitas yang lainnya

Metode menghafal Al Qur’an yang mudah dan bisa diamalkan tidak harus nyantri di pesantren sambil melakukan aktifitas yang lainnya.

(1. Menghafal :Setiap hari, jangan menghafal lebih dari lima ayat) meskipun kondisi kamu mampu menghafal lebih dari itu ( dan jangan pula menambah hafalan sebelum hafalan kamu benar-benar sudah lancar diluar kepala.

Cara Menghafal :

√ Hafalkanlah lima ayat tersebut dengan bacaan yang fashih, tartil dan dengan cara diansur selama tiga sampai dengan lima kali jalsah )jangan sekaligus dihafalkan dalam satu kali jalsah saja

(.√ Upayakan letak huruf dan kalimat yang kamu hafalkan sampai benar-benar melekat dan terukir didalam hati. Dengan kata lain, ketika kamu membacanya dengan hafalan )tidak melihat mushaf(, letak huruf dan kalimat tersebut seolah-olah bisa kamu lihat.

√ Setelah itu kemudian baru musyafahah)ditashihkan dihadapan guru

(.2. Takrar )mengulang-ulang( hafalan :Setiap hari, bacalah hafalan kamu )jangan sampai tidak

(.Cara Takrar hafalan :

√ Bacalah hafalan kamu dengan cara tidak melihat mushaf, atau boleh dengan melihat mushaf ketika memang kamu ragu dengan hafalan kamu.

√ Selama tiga hari sekali, kamu harus sudah selesaimembaca hafalan kamu mulai dari hafalan yang pertama sampai dengan hafalan yang terakhir dengan komplit sampai benar-benar lancar.

Jadi :

• Semisal kamu sudah hafal tiga juz, maka dalam setiap harinya kamu harus membacanya satu juz.

• Semisal kamu sudah hafal enam juz, maka dalam setiap harinya kamu harus membacanya dua juz.

• Semisal kamu sudah hafal dua belas juz, maka dalam setiap harinya kamu harus membacanya empat juz.

• Semisal kamu sudah hafal lima belas juz, maka dalam setiap harinya kamu harus membacanya lima juz.

• Semisal kamu sudah hafal 30 juz, maka dalam setiap harinya kamu harus membacanya 10 juz.

√ Waktu takrar )mengulang-ulang( hafalan kalau bisa dibagi setelah shalat lima waktu.

3. Wirid harian :Wirid dibawah ini dibaca ketika hafalan kamu sudahgenap tiga puluh juz )sudah khatam( dan sudah lancar.

Pertama :

√ Setiap hari, bacalah hafalan kamu dengan cara tidak melihat mushaf sebanyak 10 juz )kalau bisa dibagi setelah shalat lima waktu

(.√ Bacalah Wirid ini selama satu sampai tiga tahun)tidak boleh putus

(.Kedua :

√ Setiap hari, bacalah hafalan kamu dengan cara melihat mushaf sebanyak 10 juz )kalau bisa dibagi setelah shalat lima waktu

(.√ Setiap malam, bacalah hafalan kamu di dalam shalat malam )tahajjud/witir( sebanyak tiga juz.

√ Bacalah Wirid ini selama tiga sampai lima tahun)tidak boleh putus

(.Ketiga :√ Setiap hari, bacalah hafalan kamu dengan cara melihat mushaf sebanyak 5 juz atau seminggu khatam satu kali )kalau bisa dibagi setelah shalat lima waktu

(.√ Setiap malam, bacalah hafalan kamu di dalam shalat malam )tahajjud/witir( sebanyak tiga sampai sepuluh juz )tergantung kemampuan kamu

(√ Bacalah Wirid ini sampai ajal menjemput.

Pesan :

Seorang Hamilul Qur’an harus mempunyai cita-cita seperti yang terkandung dalam dua ayat berikut ini :

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَأُولُو الْأَلْبَابِ — مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ.

1. Membaca Al Qur’an dengan hudlur, tadabbur dan cerdas dalam mengambil pitutur.

2. Memperbanyak bacaan Al Qur’an di dalam shalat malam dengan istiqamah.Diantara ulama besar yang sudah tercapai cita-citanya adalah :

1. Imam Syafi’i.

Setiap malam beliau selalu mengkhatamkan Al Qur’an di dalam shalat malam sebanyak satu kali khataman.

2. Imam Bukhari. Setiap selesai shalat tarawih beliau selalu tidak kurang membaca sepertiga Al Qur’an didalam shalat malam.

Leave a Reply