Menghafal & Mempertahankan Hafalan Al-Qur’an itu bagaikan Kereta Api

Menghafal & Mempertahankan Hafalan Al-Qur’an itu bagaikan Kereta Api

oleh : gus abdul mufid

Salam Santri…!!!

Menghafal & Mempertahankan Hafalan Al-Qur’an itu bagaikan Kereta Api Ketika mulai star dari stasiun pertama, cahaya matahari menyinarinya, tapi terkadang tak tersinari karena melewati gerbong, lalu kembali tersinari….

Terkadang kencang larinya, terkadang pula mandek di tengah jalan, bahkan tak mengikuti jalur rel (hingga terjadi kecelakaan). Setelah sampai pada stasiun terakhir, iapun kembali memulai perjalanannya. hingga akhirnya kereta itu sudah tak layak pakai.

Ketika memulai berniat dengan tekat yang besar, tapi terkadang di tengah perjalan ada aja halangan yg merintang, tapi bagi mereka yang serius, akan ada jalan tuk meneruskan. Terkadang enjoy, tapi terkadang pula ngebleng otaknya, bahkan ada aja yang sudah ga kuat & akhirnya memutuskn tuk berakhir.

Tapi bagi mereka yang telah khatam. Mereka wajib kembali memulai perjalanan (MURAJA’AH). Hingga akhir hayat. *Pen. Ukhty Aisyah Yunus Semoga bermanfaat………..!!

Tambahan :AMALAN AGAR TIDAK LUPA HAFALAN AL-QUR’ANRasulullah mengajarkan suatu amalan kepada Sayyidina Ali agar hafalan qur’annya tidak hilang, yaitu:- Mengerjakan sholat sunat 4 roka’at pada malam jum’at- Pada roka’at pertama membaca surat Al-Fatihah dan surat Yasin- Pada roka’at kedua membaca surat Al-Fatihah dan “Hamiim Dukhon” (surat Ad-Dukhon)- Pada roka’at ketiga membaca surat Al-Fatihah dan “Alif Lam Mim Sajdah (surat As-Sajdah).- Pada roka’at keempat membaca surat Al-Fatihah dan Tabarok (Al-Mulk).- Seusai tahiyat, memuji Allah, membaca sholawat, meminta ampun bagi kaum muslimin, lalu membaca do’a berikut ini:

اللَّهُمَّ ارْحَمْنِىْ بِتَرْكِ الْمَعَاصِىْ أَبَدًا مَا أَبْقَيْتَنِىْ، وَارْحَمْنِىْ مِنْ أَنْ أَتَكَلَّفَ مَا لَا يَعْنِيْنِىْ، وَارْزُقْنِىْ حُسْنَ النَّظَرِ فِيمَا يُرْضِيكَ عَنِّىْ، اللَّهُمَّ بَدِيعُ السّمََوَاتِ وَالْأرْضِ ذَا الْجَلاَلِ وَالْإكْرَامِ، وَالْعِزَّةِ التى لَا تُرَامُ، أَسْأَلُكَ يا اللَّهُ يا رَحْمَنُ بِجَلاَلِكَ وَنُورِ وَجْهِكَ، أَنْ تَلْزَمَ قَلْبِىْ حُبَّ كِتَابِكَ كَمَا عَلَّمْتَنِىْ، وَارْزُقْنِىْ أَنْ أَتْلُوَهُ عَلَى النَّحْوِ الَّذِي يُرْضِيكَ عَنِّىْ، وَأَسْأَلُكَ أَنَّ تُنَوِّرَ بِالْكِتَابِ بَصَرِىْ، وَتُطْلِقَ بِهِ لِسَانِىْ، وَتُفَرِّجَ بِهِ عَنْ قَلْبِىْ، وَتُشَرِّحَ بِهِ صَدْرِىْ، وَتَسْتَعْمِلَ بِهِ بَدَنِىْ، وَتُقَوِّينَِيْ عَلَى ذَلِكَ وَتُعِيْنَنِيْ عَلَيْهِ، فَإِنَّه لَا يُعِيْنُنِيْ عَلَى الْخَيْرِ غيرُكَ، وَلَا مُوَفِّقَ لَهُ إلّا أَنْتَ

( Sumber: Fadho’ilul Qur’an Li Ibnu Katsir)

https://www.facebook.com/groups/1407228059500780/permalink/1429427683947484/

—————————————–oleh ust aby yahsya

disitulah awal /ahir ke suksesan kita di tentukan;karena se bagus apapun cita2 kita sebesar apapun ke inginan kita ,klo tidak di barengi dg action maka semuanya hanya tinggal mimpi yg tdk akan menjadi kenyataan slamaaaanya

Aby Yahsya tambahan’;كَيْفَ تَخْرِقُ لَكَ الْعَوَائِدُ وَأَنْتَ لَـمْ تَخْرِقْ مِنْ نَفْسِكَ الْعَوَائِدَBagaimana mungkin engkau mendapatkan keluarbiasaan (khoriqul adah) kalau engkau tidak mengeluarkan dirimu dari kebiasaanSetiap kesuksesan pasti diawali dari sebuah perjuangan dan pengorbanan. Setiap perjuangan dalam meraih kesuksesan pastilah akan berhadapan dengan sekian banyak rintangan. Bukankah dalam agama sendiri -menurut al-Quran- terdapat banyak jalan mendaki (aqabah)? Dan Allah menjanjikan surga bagi orang yang melewati aqabah terbut.

Bila Anda sekarang ini memiliki keinginan untuk menghafal al-Quran, syukurilah itu karena ia adalah obor yang membantu kita melewati gelapnya lorong panjang menuju taman surgawi yang abadi. Jangan pernah rasa cinta dan motivasi tersebut redup dan memudar lalu padam. Pelihara obor itu agar lebih terang dan semakin terang. Obor yang padam akan susah menyala kembali. Obor yang padam tidak dapat dipastikan kapan ia menyala kembali dan tidak ada jaminan untuk menyala kembali.

Untuk itu mulailah dari sekarang, jangan pernah menunda kesempatan emas karena ia tidak akan pernah datang untuk kedua kalinya. Mulailah selalu dengan niat dan komitmen tinggi. Niat laksana angka nol yang menggandakan jumlah bilangan. Tanpa angka nol, tidak mungkin ada angka sepuluh, seratus, seribu dan seterusnya. Sebagaimana juga tidak mungkin ada urutan ke sepuluh tanpa dimulai dari urutan pertama. Artinya untuk mengejar cita-cita suci, perlu sebuah niat dan komitmen yang mantap, baru setelah itu memulai tahap I, tahap terendah yang mesti dilalui.

Mustahil, bila ada orang hafal al-Quran 30 juz secara instan, alias bim salabim, dalam hitungan hari. Jangan bermimpi berlebihan bahwa Anda bisa hafal al-Quran melalui jalan ladunni (pemberian langsung dari Allah), sehingga waktu habis untuk mencari wirid kesana kemari dan mengamalkannya berbulan-bulan, sementara kegiatan menghafalnya tidak ada sama sekali. Imam Ar-Roghib Assirjani pernah mengatakan:

مَا لَمْ يَبْذُلْ جُهْدًا فِي حِفْظِهِ فَلاَ يَبْقَى فِي الذَّاكِرَةِ إلاَّ قَلِيْلاً (الراغب السرجاني)Barang siapa yang tidak mengerahkan sekuat tenaga untuk menghafal, maka tidak akan tersisa di otaknya kecuali hanya sedikit

kisah perjuangan para penghafal al quran, doa menjaga hafalan

Leave a Reply