KELEBIHAN PEMBACAAN AL-QURAN DAN ORANG YANG MEMBACANYA

 KELEBIHAN PEMBACAAN AL-QURAN DAN ORANG YANG MEMBACANYA
اَلتِّبْــيَانُ فِيْ آدَابِ حَمَـــلَةِ الْقُرْآنِ
(ابي زكريا يحي بن شرف الدين النووي الشافعى)
بسم الله الرحمن الرحيم
و قال رضي الله عنه :
• Dari ibn Mas’ud Al-Anshari Al-Badri ra, dari Rasulullah saw, beliau bersabda : “orang yang paling berhak menjadi imam suatu kaum adalah orang yang terpandai membaca Kitabullah”.
(Riwayat Muslim).
• Dan dari ibn Abbas ra, ia berkata : “para pembaca Al-Quran hadir di majelis Umar ra bermusyawarah dengannya, mereka terdiri dari orang tua n pemuda”.
(Riwayat Bukhari dalam shahihnya).
Setelah ini, insya Allah saya akan mengemukakan hadits-hadits yang masuk dalam bagian ini.
Ketahuilah bahwa madzhab yang shahih dan terpilih yang diambil oleh para ulama ialah bahwa membaca Al-Quran adalah lebih utama dari membaca tasbih, tahlil dan dzikir-dzikir lainnya. Banyak dalil kuat yang mendukung hal itu, wallahu a’lam.
———————————————————
MEMULIAKAN AHLI AL-QURAN DAN LARANGAN MENYAKITI MEREKA
• Allah Azza wa Jalla berfirman : “dan barangsiapa yang mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu tumbul dari ketaqwaan hati”.
(Al-Hajj : 32).
• Dan Allah swt berfirman : “demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah, maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya”.
(Al-Hajj : 30).
• Dan Allah swt berfirman : “dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman (mu’min)”.
(Asy-Syu’araa : 215).
• Dan Allah swt berfirman : “dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mu’min dan mu’minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata”.
(Al-Ahzab : 58).
Dan termasuk pula dalam bab ini hadits ibn Mas’ud Al-Anshari dan hadits ibn Abbas yang telah disebut di dalam bab II.
• Dan dari Abi Musa Al-Asy’ari ra, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “sesungguhnya termasuk dari mengagungkan Allah swt adalah memuliakan orang tua yang muslim dan pemikul Al-Quran yang tidak melampaui batas dan tidak menyimpang dari padanya, serta memuliakan penguasa yang adil”.
(Riwayat Abu Dawud, dan ini hadits hasan).
• Dan dari Aisyah rha, ia berkata : “Rasulullah saw menyuruh kami menempatkan orang-orang dalam kedudukan mereka”.
(Riwayat Abu Dawud dalam sunannya dan Al-Bazzar dalam musnadnya. Abu Abdillah Al-Hakim berkata dalam ulumil hadits, ini hadits shahih).
• Dan dari Jabir bin Abdillah rhma : “sesungguhnya Nabi saw mengumpulkan antasa dua korban perang Uhud, kemudian berkata “siapa yang lebih banyak hafal Al-Quran di antara keduanya”, beliau mendahulukannya masuk ke liang lahat”.
(Riwayat Bukhari).
• Dan dari Abi Hurairah ra, dari Nabi saw : “sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman “siapa yang mengganggu wali-Ku, maka Aku telah menyatakan perang kepadanya”.
(Riwayat Bukhari).
• Dan diriwayatkan dalam shahihain, dari Nabi saw, beliau bersabda : “barangsiapa sholat subuh, maka dia berada dalam jaminan Allah swt. Oleh sebab itu jangan sampai kamu dituntut oleh Allah swt atas sesuat dari jaminan-Nya”.
• Dan dari dua Imam Agung, yaitu Imam Abu Hanifah dan Imam Syafii rhma, keduanya berkata : “jika para ulama bukan wali Allah swt, maka Allah swt tidak punya wali”.
• Imam Al-Hafizh Abu Qasim Ibn Asakir rhm berkata : “ketahuilah wahai saudaraku -semoga Allah swt memberikan keridhaan-Nya bagi kita dan menjadikan kita termasuk orang yang takut dan bertaqwa kepada-Nya dengan taqwa yang sebenarnya- bahwa daging para ulama itu beracun, kebiasaan Allah swt dalam menyingkap tabir para pencela akan terlihat dengan sendirinya. Dan barangsiapa melecehkan para ulama, Allah swt akan menimpakan bencana kepadanya sebelum kematiannya dengan kematian hati. Allah swt berfirman “maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau azab yang pedih”. (An-Nur 63).
Wallahu a’lam

Leave a Reply