Kebahagiaan Para Penghafal Al-Qur’an (1)

Lapang Hati

Mereka adalah orang orang yang bangkit dari kesedihan dan telah menjadikan AlQur’an sebagai ‘musim semi’ di hati mereka, cahaya di hati mereka, yang menghilangkan kesedihan dan mengusir kegelisahan..

Kisah Pertama:
Suaminya meninggal, Ia Menghafal Al Qur’an Hanya Dalam Waktu 1 Tahun Asma’ ibu dari beberapa orang anak ini mesti berjuang sendiri karena suaminya lebih dulu menghadap Allah – subhanahu wa ta’aala -. Ia lalu mencurahkan segenap hidup dan waktunya untuk mendidik keluarganya agar kelak dapat tumbuh dan menjadi bibit yang baik ditengah tengah masyarakat.

Ia sukses mewujudkannya, Tetapi kemudian Ia merasakan waktu senggang yang membunuh dan hampir saja menyeretnya untuk melakukan hal-hal yang biasa
dilakukan para tetangga yang suka berceloteh, adu domba dan melakukan hal hal yang sia-sia lagi buruk. Ia memutuskan untuk meninggalkan teman teman yang seperti ini dan bergabung bersama halaqoh halaqoh tahfidz al Qur’an.

“Benar saja, ternyata kemampuanku dalam menyerap materi sangat kuat dan hafalanku terus berkelanjutan hingga aku mampu menghafal AlQur’an 30 juz hanya dalam tempo 1 tahun. Aku senantiasa menghafal AlQur’an kapan saja ketika ada waktu kosong. Namun biasanya aku menghafal ketika selepas shalat Ashar…”

“Aku sampaikan kepada mereka yang mengalami kondisi seperti kondisiku, hendaknya mereka tidak menyerah atau merasa lemah dengan segala kepedihan yang mereka hadapi sehingga ia akan menjadi mangsa keterasingan..”

Sumber ; http://irilaslogo.wordpress.com/2012/04/15/kebahagiaan-para-penghafal-al-quran-1-lapang-hati/

sumber https://www.facebook.com/groups/709798949038747/permalink/716165735068735/

Leave a Reply