Antara Masa dan Usia Menghafal

Ini untuk menjelaskan kekeliruan antara mitos dan realiti yg selalu menjadi pertanyaan, terutamanya orang2 dewasa yg ingin memulai hafalan,pada usia yang lewat, Ada pendapat yang mengatakan sebaik-sebaiknya penghafalan di mulai pada umur yang muda,sebagaimana yang diamalkan di kalangan masyarakat Arab, Adapula yang berpendapat menamatkan hafalan dalam tempo yang singkat, contohnya antara 2 ke 3 tahun, adalah yang terbaik.

 Pendapat-pendapat ini kuat mempengaruhi umat Islam di mana saja, Kesannya, memudarkan harapan yg tidak berkesempatan menghadiri pondok tahfidz pada usia yang muda,Pendapat-pendapat ini juga menggambarkan ada dua faktor yang perlu difikirkan oleh kita semua,

(A) masa dan (B) usia, Untuk melihat sejauh mana tanggapan-tanggapan di atas benar-bena mendasar coba lihat sejarah penurunan al-Qur’an serta proses penghafalan yg dilalui oleh Rasul S.A.W. dan para Sahabat. R.A. Mari kita renungkan fakta-fakta di bawah ini, yg kebanyakan kita telah mengetahuinya,

(A) walaupun bisa menurunkan al-Qur’an sekaligus kepada RasulAllah S.A.W,  Allah menurunkannya sedikit demi sedikit kerana sebab-sebab tertentu, termasuklah untuk memudahkan RasulAllah (sebagai sifatnya manusia biasa mengingat kembali ayat-ayat yang telah diturunkan, Proses ini memakan masa hampir 23 tahun,

(B) di kalangan para sahabat RasulAllah yang ternama hanya beberapa saja yang berpeluang memulai hafalan pada umur muda, di antara mereka adalahSayyidina Ali K.W, Hasan, Hussain serta Ibnu ‘Abbas dan tiga Abdullah yang lain R.A. Yg lainnya, termasuk tiga Khulafa’ al-Rasyidin yang pertama memulai pada usia ‘terlalu dewasa’ dan dengan mengambil tempo yang panjang,

(C) di kalangan para sahabat besar dan ternama, juga terdapat yang bermasalah ketika menghafal,Mungkin ada yang pernah mendengar cerita Sayyidina Umar yang mengambil masa 10 tahun menghafal surah al-Baqarah,Sebagai tanda kesyukuran beliau telah menyembelih unta,

(D) di dalam riwayat al-Tirmidzi dan al-Haakem ada peristiwa bahwa Sayyidina Ali K.W. dan Ibnu ‘Abbas R.A. yang pergi bersama-sama berjumpa RasulAllah S.A.W. untuk mengadu yang sejumlah besar hafalan mereka hilang,

Kisah ImamSyafi’i yg lupa sebahagian hafalannya, walaupun telah tamat pada usia tujuh tahun, Fakta-fakta seperti di atas mengisyaratkan bahwa tiada batas usia untuk memulai proses tahfidz,Sebagaimana juga yang dilalui oleh RasulAllah S.A.W dan para sahabat R.A., tiada siginifikannya untuk menamatkan proses tahfidz dalam tempo yg pendek. Bahkan,kisah Ibnu ‘Abbas R.A., Sayyidina Ali K.W. dan Imam Syafi’i di atas mengisyaratkan bahwa tiada Semua kita tahu bahwa Sayyidina Ali K.W. dan Ibnu ‘Abbas R.A. yg merupakan antara mereka yg paling pakar dalam hal al-Qur’an, Semua orang juga tahu Imam Syafi’i adalah seorang yg jenius, Mereka juga menghadapi masalah,Tidak bisa di pungkiri sama sekali memulai hafalan pada umur yg muda dan menamatkannya dalam tempo yang singkat amat baik sekali.

Sekiranya kita percaya peristiwa-peristiwa dalam searah Rasul S.A.W. ‘bukanlah sesuatu yang kebetulan kita akan mengambilnya sebagai cara untuk menghafal al-Qur’an,Dari itu juga, bolehlah disimpulkan bahwa tempo adalah lebih penting daripada usia, Bukan sebaliknya,sebagaimana yang menjadi mitos yang memberikan kesan negatif kepada kebanyakan umat Islam,

Oleh ; Mbah kung`ptq

Link Asal;
https://www.facebook.com/groups/709798949038747/permalink/800368583315116/

Leave a Reply